Yogyakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah terpadu lintas lembaga dilakukan melalui pemantauan harga, penguatan stok, hingga operasi pasar untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menyampaikan bahwa hasil pemantauan terhadap 14 komoditas pangan utama menunjukkan kondisi yang stabil dan masih berada dalam rentang ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Acuan Penjualan (HAP). Pemerintah secara rutin melakukan monitoring untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.
“Alhamdulillah dari pantauan terhadap 14 komoditas, secara keseluruhan masih sesuai dengan HET dan HAP,” ujar Nita.
Sebagai langkah penguatan, pemerintah juga akan menggencarkan program Gerakan Pangan Murah menjelang hingga selama bulan Ramadan. Program ini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pasokan di pasar sekaligus memberikan alternatif belanja pangan dengan harga lebih rendah bagi masyarakat.
“Masyarakat Provinsi DIY tidak usah khawatir karena ada gerakan pangan murah yang dilakukan jelang dan sampai dengan bulan Ramadan. Ada sekitar tujuh kali yang dilakukan oleh Dinas Provinsi dan juga oleh Bulog bersama pemerintah,” ujarnya.
Upaya menjaga stabilitas tidak hanya difokuskan pada pasokan, tetapi juga pada pengawasan distribusi dan praktik perdagangan. Ketua Pelaksana Satgas Saber DIY, Komisaris Besar Kayuswan Tri Panungko, menegaskan pihaknya memperkuat pengawasan serta edukasi kepada pelaku usaha agar tidak melakukan praktik curang seperti penimbunan dan permainan harga.
“Kami memberikan peringatan pada para spekulan, produsen, maupun distributor agar tidak memainkan harga maupun melakukan penimbunan terhadap komoditas-komoditas pangan prioritas,” ujar Kayuswan.
Dari sisi cadangan, Perum Bulog memastikan stok beras di wilayah DIY dalam kondisi sangat aman. Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menyebut penguasaan stok saat ini mencapai puluhan ribu ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga periode Lebaran.
“Untuk beras, kondisinya sangat aman. Stok yang kami kuasai saat ini mencapai 39.000 ton sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ucap Dedi. ***
