Jakarta – Sudah tibanya bulan suci Ramadan, ajakan untuk menjaga kondusivitas sosial kembali mengemuka. Direktur Eksekutif Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB), Wawan Gunawan, mengingatkan […]
- ” jelasnya. Menurut Wawan
- ” katanya. Ia juga mengingatkan agar Ramadan tidak justru meningkatkan produksi sampah dan pemborosan makanan. Wawan mengajak masyarakat menggalakkan “Green Ramadan”
- ” pungkasnya.
- ” tambahnya. Mengutip ajaran Nabi Muhammad
- ” tegasnya. Dalam konteks Ramadan
- ” ujar Wawan Gunawan saat dialog secara daring di Jakarta selasa 17/02/2026. Ia mencontohkan
- ” ujarnya. Lebih jauh
- ada juga banyak praktik baik yang hidup di tengah masyarakat
- ada orang yang memang diperbolehkan tidak berpuasa
- ajakan untuk menjaga kondusivitas sosial kembali mengemuka. Direktur Eksekutif Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB)
- anak-anak main bersama tanpa melihat perbedaan agama. Sekarang interaksi itu berkurang. Karena itu
- arisan
- atau lansia
- atau menebar kebencian di media sosial
- bangsa Indonesia sejatinya mencintai harmoni. Perbedaan bukan hal baru
- bukan hanya umat Islam. Mari kita sama-sama menjaga Indonesia
- bukan hanya untuk diri sendiri
- bukan kekerasan. “Ramadan harus menjadi berkah bagi semua
- dan kepedulian terhadap lingkungan. Wawan mengakui
- desa kami harus bersih. Bahkan saat Lebaran
- di sejumlah wilayah terdapat masjid dan gereja yang hanya dipisahkan satu tembok
- ibu hamil
- itu memang terjadi di Indonesia. Tapi di sisi lain
- Jakarta – Sudah tibanya bulan suci Ramadan
- keguyuban
- makan bersama atau ngaliwet bareng perlu dihidupkan kembali. Itu bagian dari daya tahan sosial kita agar tidak mudah terprovokasi isu SARA
- mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadan bukan hanya sebagai momentum ibadah
- menjaga tensi sosial tetap sejuk
- meski memang masih ada riak-riak
- misalnya memaksa warung tutup. Kita harus ingat
- momen-momen seperti ronda
- mudik sekarang bukan hanya milik umat Islam. Saudara-saudara non-Muslim juga ikut menikmati libur Lebaran. Begitu pula saat Natal dan Tahun Baru
- musafir
- namun warganya saling bekerja sama membersihkan lingkungan. Di desa-desa
- segala perbedaan harus diselesaikan melalui musyawarah
- sekaligus menjaga bumi agar tetap lestari
- semua merasakan suasana liburan. Artinya
- seperti orang sakit
- tapi juga bagi orang-orang di sekitar kita dan bagi alam. Jangan sampai kita berpuasa tapi marah-marah
- tapi porsinya malah berlipat dan sampah bertambah
- tetapi juga sebagai ruang memperkuat toleransi
- toleransi itu hidup di Indonesia
- tradisi bersih desa saat Ramadan juga melibatkan seluruh pemeluk agama. “Kepeduliannya sederhana
- Wawan Gunawan
- Wawan menegaskan bahwa Islam adalah ketika orang lain merasa aman dari lisan dan perbuatan kita. Karena itu
- Wawan mengajak umat Islam kembali pada makna hakiki puasa
- yakni menahan diri dan memperhalus jiwa. “Puasa itu menahan amarah dan hawa nafsu. Jangan sampai atas nama agama lalu melakukan persekusi
- yakni Ramadan yang ramah lingkungan. “Belanja untuk buka dan sahur seperlunya. Jangan sampai puasa hanya memindahkan waktu makan
