Oleh: Ruben Murib *) Gelombang kekerasan bersenjata yang kembali terjadi di Papua bukan sekadar catatan kriminal biasa, melainkan alarm serius bagi negara untuk memperkuat keberpihakan […]
- agenda pemerintah untuk memastikan stabilitas keamanan di Papua adalah agenda kemanusiaan
- Ali Kabiay
- anggota TNI
- bekerja
- bersekolah
- Boven Digoel
- Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani
- bukan semata agenda politik. Tindakan tegas juga semakin relevan ketika serangan OPM menyasar objek vital nasional lainnya. Dalam insiden di KM 50 Area PT Freeport Indonesia
- dan barang bukti
- dan mengakses layanan dasar tanpa rasa takut. *) Pemerhati Sosial Politik Papua
- dan mobilitas masyarakat. Ketika kelompok bersenjata menembaki pesawat sipil
- Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menyampaikan bahwa terjadi kontak tembak yang menyebabkan seorang prajurit gugur dan sejumlah korban lainnya terluka
- karena hak paling dasar adalah hak untuk hidup tanpa ancaman senjata. Pemerintah melalui berbagai satgas ataupun operasi di Papua menunjukkan garis kebijakan yang semakin jelas
- keselamatan pekerja
- ketegasan bukan identik dengan kekerasan berlebihan
- keterangan saksi
- Kombes Pol. Yusuf Sutejo
- korban akan terus berjatuhan. Jika negara tegas
- masyarakat punya peluang lebih besar untuk hidup normal
- Max Abner Ohee mengecam keras aksi penembakan yang menewaskan awak pesawat
- Max Abner Ohee. Dalam pernyataannya
- melainkan akses vital bagi distribusi logistik
- melainkan alarm serius bagi negara untuk memperkuat keberpihakan pada keselamatan warga sipil. Ketika sebuah pesawat perintis ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu
- melainkan justru bagian dari perlindungan HAM itu sendiri
- melainkan penegakan hukum yang terukur agar ruang publik tidak dikuasai oleh senjata ilegal. Yang perlu digarisbawahi
- melainkan simbol bahwa aksi bersenjata dilakukan dengan niat membunuh dan menciptakan teror terbuka di ruang sipil. Dalam kronologi yang disampaikan Yusuf Sutejo
- memaparkan bahwa berdasarkan olah TKP
- menegaskan bahwa aparat hadir untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman
- Oleh: Ruben Murib *) Gelombang kekerasan bersenjata yang kembali terjadi di Papua bukan sekadar catatan kriminal biasa
- Papua Selatan
- pelayanan kesehatan
- PENDIDIKAN
- publik tidak hanya dikejutkan oleh brutalitas aksinya
- sebab dampaknya dapat meluas terhadap keamanan investasi
- sebenarnya yang diserang bukan hanya awak penerbangan
- serangan seperti ini bukan hanya menyasar aparat keamanan
- serta kelangsungan ekonomi Papua sendiri. Ketika negara menjamin keamanan objek vital
- sikap negara tidak boleh ragu. Tindakan tegas terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi kebutuhan mendesak
- suara tokoh Papua sendiri menjadi penegas bahwa kekerasan bersenjata tidak pernah sejalan dengan nilai masyarakat Papua. Tokoh pemuda Papua
- terdapat 13 bekas proyektil di badan pesawat. Fakta ini bukan sekadar angka
- termasuk pekerja sipil. Serangan di kawasan strategis seperti ini tidak bisa dianggap gangguan kecil
- tetapi juga harapan warga pedalaman untuk hidup normal. Oleh sebab itu
- tetapi juga merusak kehidupan warga biasa. Jalur penerbangan perintis di Papua bukan fasilitas mewah
- tetapi juga oleh pesan ancaman yang menyertainya
- tetapi juga ribuan pekerja lokal dan rantai ekonomi yang bergantung pada stabilitas wilayah. Di tengah situasi yang mencekam
- yaitu kelompok bersenjata masih berupaya menciptakan ketakutan di ruang-ruang hidup masyarakat. Dalam situasi seperti ini
- yaitu menegakkan hukum dengan pendekatan profesional dan terukur. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026
- yang dilindungi bukan hanya perusahaan
