Jakarta – Dinamika perekonomian global yang ditandai dengan kenaikan suku bunga di negara-negara utama kembali memberi tekanan pada pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Guncangan yang […]
- ” kata Mervin. Ia menambahkan
- ” ujarnya. Menurut Edy
- ” ujarnya. Meski demikian
- Edy Prasetyono
- Habib sepakat perlunya perbaikan tata kelola dan mekanisme mitigasi risiko jangka panjang secara menyeluruh
- Jakarta – Dinamika perekonomian global yang ditandai dengan kenaikan suku bunga di negara-negara utama kembali memberi tekanan pada pasar keuangan dunia
- jika melihat kinerja bursa di kawasan
- keterlibatan diplomasi ekonomi juga dinilai penting. Habib menilai Kementerian Luar Negeri perlu lebih dilibatkan dalam upaya mitigasi risiko global
- M Habib Abiyan Dzakwan
- melainkan agar perekonomian nasional benar-benar kuat
- menegaskan bahwa peningkatan tata kelola dan transparansi ekonomi merupakan kebutuhan mendasar
- menilai guncangan BEI kali ini lebih dipengaruhi faktor domestik dibandingkan geopolitik. Menurutnya
- para pengamat menilai strategi penguatan fundamental domestik harus dilakukan secara lintas sektor. Stabilitas fiskal
- peneliti Departemen Hubungan Internasional di CSIS
- peningkatan transparansi
- perbaikan tetap harus dilakukan. Bukan hanya untuk memenuhi standar global
- reformasi struktural
- sehingga ketahanan internal menjadi faktor kunci. Pandangan serupa disampaikan peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI
- serta penguatan kepercayaan investor menjadi kunci menjaga daya tahan ekonomi nasional. Selain itu
- standar internasional kerap dijadikan instrumen untuk memberi tekanan ekonomi terhadap negara atau kawasan tertentu
- tekanan keuangan kerap dimanfaatkan sebagai instrumen pengaruh geopolitik non-militer
- terlepas dari ada atau tidaknya tekanan global. “Ada atau tidak guncangan di bursa
- terutama oleh negara yang memiliki posisi dominan dalam perdagangan global. Namun
- tidak terbatas pada sektor keuangan. Dalam konteks tersebut
