Jakarta – Direktur Eksekutif JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama), Wawan Gunawan, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap maraknya disinformasi bernuansa agama yang berpotensi meningkat […]
- ” katanya. Pengendalian diri tersebut
- ” tutupnya. Dengan komitmen tersebut
- ” ujarnya. Ia menilai
- atau ada hal yang tidak disukai
- bangun percakapan-percakapan yang membuat hidup lebih indah. Bangun percakapan-percakapan di media sosial yang membuat hidup kita semakin damai. Jadi
- bukan justru dijadikan ajang memperuncing perbedaan. Dalam konteks itu
- dan harus diselesaikan secara musyawarah
- dan kita tidak boleh menutup mata akan hal itu
- dan mengedepankan penyelesaian secara damai. “Kita harus bertambah sabar
- gitu
- gitu. Jadi kalau ada sesuatu yang memprovokasi kita
- gitu. Nah
- harus dijaga sebagai momentum pemurnian diri dan penguatan solidaritas kebangsaan
- harus tercermin dalam sikap menahan amarah
- ia berharap Ramadan menjadi ruang pembelajaran sosial yang melampaui dimensi ritual. “Menurut saya
- Jakarta – Direktur Eksekutif JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama)
- jangan membangun narasi kata-kata bahasa yang tidak baik
- kata dia
- kita bertambah halus jiwanya
- kita tidak boleh melakukan kekerasan
- lanjutnya
- masyarakat diminta lebih cermat membaca konteks serta tidak mudah terseret arus informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Menurutnya
- menurutnya
- moderasi beragama
- pelarangan acara keagamaan
- pengabaian terhadap peristiwa-peristiwa tersebut hanya akan memperbesar ruang tumbuhnya prasangka dan ketidakpercayaan antarkelompok. Oleh sebab itu
- Ramadan diyakini dapat menjadi fondasi penguatan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
- serta penegakan hukum terhadap penyebar ujaran kebencian. Kebijakan tersebut dinilainya sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas nasional
- teman-teman yang berpuasa harus kembali pada makna hakiki puasa
- terutama ketika sentimen keagamaan dimainkan secara emosional. Ramadan
- tidak boleh diskriminatif
- tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada negara. Lebih jauh
- tidak langsung menghakimi
- tidak reaktif terhadap provokasi
- Wawan Gunawan
- yaitu menahan diri dari nafsu. Gitu ya
