Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai masukan, kritik, hingga laporan dari masyarakat dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan keberlanjutan program yang menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi kerakyatan tersebut.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program. Langkah ini sekaligus menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap partisipasi publik dalam mengawal pelaksanaan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan bahwa setiap laporan, unggahan, maupun masukan yang disampaikan masyarakat melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, pengawasan publik merupakan elemen penting untuk memastikan koperasi berkembang sesuai tujuan awal pembentukannya.
“Kami sangat mengapresiasi setiap postingan, laporan, dan masukan dari masyarakat. Ini adalah bentuk perhatian besar yang sangat kami hargai dan menjadi bahan penting untuk perbaikan KDKMP ke depan,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terus mengawal pelaksanaan program di lapangan. Dengan keterlibatan publik yang aktif, pemerintah dapat lebih cepat mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus memastikan manfaat koperasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa dan kelurahan.
Komitmen pengawasan juga ditunjukkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deddy Yudistira, bersama tim melakukan pemantauan langsung terhadap Koperasi Merah Putih di Kelurahan Jeliti, Kecamatan Sungailiat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari instruksi pusat untuk memastikan kesiapan koperasi dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Pemantauan yang kita lakukan ini baru pertama kali. Kami melihat kondisi fisik bangunan ini lumayan baik dan dari lokasi Kopdes ini juga masih menjanjikan. Tinggal tergantung pengurus koperasi nantinya bagaimana memajukan koperasi ini dengan fasilitas yang sudah tersedia jangan sampai terbengkalai,” kata Deddy.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai evaluasi berkala menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan kinerja Koperasi Merah Putih. Menurutnya, sinergi antara Dekopinda, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mengatasi berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Perlu evaluasi berbagai kendala yang dihadapi agar KDMP dapat berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Berbagai langkah evaluasi dan pengawasan yang dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa Program Koperasi Merah Putih tidak hanya berorientasi pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan penguatan tata kelola, transparansi, serta partisipasi publik yang semakin luas, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat desa dan kelurahan.
