Jakarta Pemerintah terus berupaya menyukseskan berbagai program prioritas nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamika demokrasi dan berbagai aspirasi yang berkembang, masyarakat juga diimbau untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif dengan mengedepankan penyampaian pendapat secara damai.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah tetap bekerja berdasarkan fakta dan bukti dalam menjalankan kebijakan maupun penegakan hukum. Menurutnya, pemerintah tidak akan mengambil langkah berdasarkan spekulasi atau rumor yang belum terverifikasi.
Pemerintah tidak bekerja berdasarkan rumor, melainkan setelah bukti-bukti kuat terkumpul, langsung menjalankan penegakan hukum tanpa pandang bulu, kata Hasan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan untuk membantu masyarakat. Program tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.
Hasan menjelaskan bahwa MBG tidak hanya meningkatkan akses gizi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) paling besar menyasar masyarakat tidak mampu. Keluarga yang sebelumnya kesulitan menyediakan makan tiga kali sehari, kini bisa lebih ringan, ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan menyebut program tersebut turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di tingkat desa melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha lokal. Program ini juga telah menciptakan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa, seperti supplier telur, sayur, tahu, tempe, dan lain-lain, tambahnya.
Pemerintah, lanjut Hasan, tetap membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan dari mahasiswa maupun masyarakat. Pemerintah terbuka terhadap solusi dari mahasiswa dan masyarakat. Semua pengaduan difollow-up, aspirasi didengar, bahkan isu di media sosial sering dibahas dalam rapat koordinasi menteri, katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat, H.A. Mudjamil Saleh, mengingatkan pentingnya menjaga penyampaian aspirasi dalam koridor hukum dan kedamaian. Menurutnya, demonstrasi merupakan hak warga negara yang harus dihormati, namun pelaksanaannya perlu mengedepankan ketertiban.
Aspirasi yang baik seharusnya disampaikan oleh mahasiswa secara damai tanpa tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum, ujar Mudjamil. Ia menambahkan bahwa masyarakat berharap situasi tetap aman agar aktivitas bekerja, berdagang, dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan normal.
Mudjamil menilai aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa akan lebih efektif apabila memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipahami publik. Ia mengingatkan bahwa bentrokan maupun perusakan fasilitas publik berpotensi mengaburkan substansi tuntutan yang ingin disampaikan, sekaligus menimbulkan spekulasi yang tidak produktif di tengah masyarakat.
