PAPUA — Papua menegaskan posisi strategisnya dalam peta jalan swasembada energi nasional melalui besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki. Pemerintah mendorong percepatan pengembangan energi […]
Swasembada Energi Jadi Fondasi Utama Transformasi Bangsa Indonesia
JAKARTA — Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menegaskan swasembada energi sebagai pilar utama transformasi bangsa menuju kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Agenda tersebut diposisikan […]
BBM Dijamin Aman, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Selama Ramadan
Oleh: Budi Rian Sitorus Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 2026, isu ketersediaan energi kembali menjadi perhatian publik. Pemerintah berupaya menenangkan kekhawatiran masyarakat […]
Pemerintah Perkuat Distribusi BBM, Antisipasi Mobilitas Tinggi Lebaran
Oleh: Aulia Sofyan Harahap Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran kembali menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga pasokan energi nasional. Kali ini, pemerintah menegaskan […]
Jelang Ramadhan, Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman dan Tercukupi
Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang bulan suci Ramadhan 2026 hingga perayaan Idul Fitri. […]
Pemerintah Tegaskan Ketersediaan BBM Terjaga Jelang Ramadan dan Lebaran
Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadan dan Hari […]
- ” jelasnya. Menurut Wawan
- ” katanya. Ia juga mengingatkan agar Ramadan tidak justru meningkatkan produksi sampah dan pemborosan makanan. Wawan mengajak masyarakat menggalakkan “Green Ramadan”
- ” pungkasnya.
- ” tambahnya. Mengutip ajaran Nabi Muhammad
- ” tegasnya. Dalam konteks Ramadan
- ” ujar Wawan Gunawan saat dialog secara daring di Jakarta selasa 17/02/2026. Ia mencontohkan
- ” ujarnya. Lebih jauh
- ada juga banyak praktik baik yang hidup di tengah masyarakat
- ada orang yang memang diperbolehkan tidak berpuasa
- ajakan untuk menjaga kondusivitas sosial kembali mengemuka. Direktur Eksekutif Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB)
- anak-anak main bersama tanpa melihat perbedaan agama. Sekarang interaksi itu berkurang. Karena itu
- arisan
- atau lansia
- atau menebar kebencian di media sosial
- bangsa Indonesia sejatinya mencintai harmoni. Perbedaan bukan hal baru
- bukan hanya umat Islam. Mari kita sama-sama menjaga Indonesia
- bukan hanya untuk diri sendiri
- bukan kekerasan. “Ramadan harus menjadi berkah bagi semua
- dan kepedulian terhadap lingkungan. Wawan mengakui
- desa kami harus bersih. Bahkan saat Lebaran
- di sejumlah wilayah terdapat masjid dan gereja yang hanya dipisahkan satu tembok
- ibu hamil
- itu memang terjadi di Indonesia. Tapi di sisi lain
- Jakarta – Sudah tibanya bulan suci Ramadan
- keguyuban
- makan bersama atau ngaliwet bareng perlu dihidupkan kembali. Itu bagian dari daya tahan sosial kita agar tidak mudah terprovokasi isu SARA
- mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadan bukan hanya sebagai momentum ibadah
- menjaga tensi sosial tetap sejuk
- meski memang masih ada riak-riak
- misalnya memaksa warung tutup. Kita harus ingat
- momen-momen seperti ronda
- mudik sekarang bukan hanya milik umat Islam. Saudara-saudara non-Muslim juga ikut menikmati libur Lebaran. Begitu pula saat Natal dan Tahun Baru
- musafir
- namun warganya saling bekerja sama membersihkan lingkungan. Di desa-desa
- segala perbedaan harus diselesaikan melalui musyawarah
- sekaligus menjaga bumi agar tetap lestari
- semua merasakan suasana liburan. Artinya
- seperti orang sakit
- tapi juga bagi orang-orang di sekitar kita dan bagi alam. Jangan sampai kita berpuasa tapi marah-marah
- tapi porsinya malah berlipat dan sampah bertambah
- tetapi juga sebagai ruang memperkuat toleransi
- toleransi itu hidup di Indonesia
- tradisi bersih desa saat Ramadan juga melibatkan seluruh pemeluk agama. “Kepeduliannya sederhana
- Wawan Gunawan
- Wawan menegaskan bahwa Islam adalah ketika orang lain merasa aman dari lisan dan perbuatan kita. Karena itu
- Wawan mengajak umat Islam kembali pada makna hakiki puasa
- yakni menahan diri dan memperhalus jiwa. “Puasa itu menahan amarah dan hawa nafsu. Jangan sampai atas nama agama lalu melakukan persekusi
- yakni Ramadan yang ramah lingkungan. “Belanja untuk buka dan sahur seperlunya. Jangan sampai puasa hanya memindahkan waktu makan
Direktur Eksekutif JAKATARUB: Bersama Jaga Stabilitas dan Kerukunan Selama Ramadan
Jakarta – Sudah tibanya bulan suci Ramadan, ajakan untuk menjaga kondusivitas sosial kembali mengemuka. Direktur Eksekutif Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB), Wawan Gunawan, mengingatkan […]
- ” lanjutnya. Lanjut Wawan
- ” ujar Wawan. Melalui semangat gotong royong dan toleransi
- ” ujarnya. Dalam konteks kondusivitas saat ramadan
- ada ngabuburit bersama
- ada saling mengunjungi. Jadi
- berbagai elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas
- bulan puasa ini menjadi momentum keagamaan bagi muslim
- bulan puasa ini mudah-mudahan menjadikan masyarakat kembali guyub. Karena nanti ada taraweh bersama
- damai
- dan menciptakan suasana yang aman
- di desa-desa itu ada praktek bersih-bersih desa. Dimana yang terlibat dalam bersih-bersih desa itu
- di mana ada masjid dan gereja satu tembok
- Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadan
- kan perbedaan di Indonesia itu bukan barang baru
- kita melihat ada banyak peristiwa tentang intoleransi di beberapa tempat seperti penutupan rumah ibadah
- kita tidak boleh menutup mata. Itu terjadi di Indonesia ini. Tetapi juga ada banyak praktek baik yang ada di Indonesia. Tapi saya juga banyak menyaksikan
- masih terdapat sejumlah peristiwa yang mencerminkan tantangan dalam menjaga kerukunan. “Ya
- masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan alami untuk mencintai harmoni. Perbedaan yang ada di Indonesia bukanlah fenomena baru
- melainkan realitas yang telah hadir sejak lama dalam perjalanan bangsa. “Bahwa pada dasarnya orang Indonesia itu mencintai harmoni. Jadi
- memperkuat persatuan
- mereka bekerja sama membersihkan halaman
- pelarangan acara Natal
- Ramadan diharapkan menjadi momentum memperkuat harmoni nasional. Dengan kebersamaan seluruh elemen bangsa
- Ramadan ini
- sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk sekaligus mempererat persaudaraan dalam bingkai persatuan Indonesia.
- semua agama terlibat. Karena concern-nya adalah desa kami harus bersih
- serta penuh toleransi. Direktur Eksekutif Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB)
- sesuatu yang sudah lama ada
- sisi buruknya ya
- suasana yang damai dan penuh keberkahan dapat terjaga
- tapi juga menjadi momentum kultural bagi semua penduduk Indonesia
- tentu ada sisi baik
- Wawan Gunawan mengatakan realitas toleransi di Indonesia menunjukkan dinamika yang perlu disikapi secara objektif. Di satu sisi
Perkuat Kebersamaan, Wujudkan Ramadan yang Aman dan Kondusif
Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadan, berbagai elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, dan menciptakan suasana yang aman, damai, serta penuh toleransi. […]
- ” katanya. Ia menambahkan bahwa penguatan kesabaran dan kelembutan jiwa harus tercermin dalam perilaku sosial sehari-hari
- ” tegas Kang Wawan. Ia menekankan pentingnya literasi digital
- ” tutupnya. Sikap ini
- ” ujarnya. Ia menilai
- atau ada hal yang tidak disukai
- bangun percakapan-percakapan yang membuat hidup lebih indah. Bangun percakapan-percakapan di media sosial yang membuat hidup kita semakin damai. Jadi
- bukan ancaman. Ia menyebut generasi saat ini sebagai generasi yang lahir dan tumbuh bersama gawai serta media sosial
- bukan hanya ritual keagamaan tahunan
- dan harus diselesaikan secara musyawarah
- dan kita tidak boleh menutup mata akan hal itu
- dan reaktif. “Menurut saya
- dan tanggung jawab moral dalam setiap unggahan maupun interaksi daring. Lebih jauh
- diskriminatif
- etika komunikasi
- gitu
- gitu. Jadi kalau ada sesuatu yang memprovokasi kita
- gitu. Nah
- ia mendorong seluruh elemen masyarakat
- Jakarta – Direktur Eksekutif JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama)
- jangan membangun narasi kata-kata bahasa yang tidak baik
- karakter generasi muda yang lekat dengan teknologi digital harus dipandang sebagai kekuatan
- khususnya generasi muda
- kita bertambah halus jiwanya
- kita tidak boleh melakukan kekerasan
- melainkan juga pengendalian diri dari sikap agresif
- melainkan juga ruang strategis untuk memperkuat etika publik dan solidaritas kebangsaan. Dalam konteks itu
- mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga kondusivitas selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa semangat keberagaman harus terus diperkuat
- menurutnya
- pelarangan acara keagamaan
- Ramadan diharapkan menjadi momentum konsolidasi nilai-nilai toleransi serta penguatan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
- sehingga memiliki kapasitas besar dalam membentuk opini publik. “Kalau generasi saya kan pendatang di media sosial itu. Kalau anak-anak generasi muda itu begitu lahir sudah punya gadget
- sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga stabilitas nasional. Dengan sinergitas antar umat beragama
- sikap abai terhadap persoalan tersebut justru berpotensi memperlebar ruang polarisasi dan memperlemah kohesi sosial. Karena itu
- teman-teman yang berpuasa harus kembali pada makna hakiki puasa
- termasuk dalam merespons perbedaan. “Kita harus bertambah sabar
- terutama di tengah dinamika sosial yang masih menyisakan sejumlah persoalan intoleransi di berbagai daerah. Momentum Ramadan
- tidak boleh diskriminatif
- tidak langsung menghakimi
- untuk tidak terjebak dalam narasi provokatif yang menyangkut isu SARA dan berpotensi merusak harmoni. Menurut Wawan
- Wawan berharap Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Ia menilai esensi puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga
- Wawan Gunawan
- yaitu menahan diri dari nafsu
JAKATARUB Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Toleransi di Bulan Ramadan
Jakarta – Direktur Eksekutif JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama), Wawan Gunawan, mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga kondusivitas […]
- ” katanya. Pengendalian diri tersebut
- ” tutupnya. Dengan komitmen tersebut
- ” ujarnya. Ia menilai
- atau ada hal yang tidak disukai
- bangun percakapan-percakapan yang membuat hidup lebih indah. Bangun percakapan-percakapan di media sosial yang membuat hidup kita semakin damai. Jadi
- bukan justru dijadikan ajang memperuncing perbedaan. Dalam konteks itu
- dan harus diselesaikan secara musyawarah
- dan kita tidak boleh menutup mata akan hal itu
- dan mengedepankan penyelesaian secara damai. “Kita harus bertambah sabar
- gitu
- gitu. Jadi kalau ada sesuatu yang memprovokasi kita
- gitu. Nah
- harus dijaga sebagai momentum pemurnian diri dan penguatan solidaritas kebangsaan
- harus tercermin dalam sikap menahan amarah
- ia berharap Ramadan menjadi ruang pembelajaran sosial yang melampaui dimensi ritual. “Menurut saya
- Jakarta – Direktur Eksekutif JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama)
- jangan membangun narasi kata-kata bahasa yang tidak baik
- kata dia
- kita bertambah halus jiwanya
- kita tidak boleh melakukan kekerasan
- lanjutnya
- masyarakat diminta lebih cermat membaca konteks serta tidak mudah terseret arus informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Menurutnya
- menurutnya
- moderasi beragama
- pelarangan acara keagamaan
- pengabaian terhadap peristiwa-peristiwa tersebut hanya akan memperbesar ruang tumbuhnya prasangka dan ketidakpercayaan antarkelompok. Oleh sebab itu
- Ramadan diyakini dapat menjadi fondasi penguatan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
- serta penegakan hukum terhadap penyebar ujaran kebencian. Kebijakan tersebut dinilainya sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas nasional
- teman-teman yang berpuasa harus kembali pada makna hakiki puasa
- terutama ketika sentimen keagamaan dimainkan secara emosional. Ramadan
- tidak boleh diskriminatif
- tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada negara. Lebih jauh
- tidak langsung menghakimi
- tidak reaktif terhadap provokasi
- Wawan Gunawan
- yaitu menahan diri dari nafsu. Gitu ya
JAKATARUB Dorong Masyarakat Hindari Disinformasi Bernuansa Agama di Momentum Ramadan
Jakarta – Direktur Eksekutif JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama), Wawan Gunawan, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap maraknya disinformasi bernuansa agama yang berpotensi meningkat […]
