Penindakan Anggota OPM di Nduga Tegaskan Komitmen Aparat Lindungi Masyarakat Papua

PAPUA PEGUNUNGAN – Aparat keamanan menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat Papua melalui penindakan terhadap kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang terlibat kontak tembak dengan personel TNI di sekitar Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan yang mengakibatkan dua anggota kelompok bersenjata tewas.

Penindakan tersebut berawal dari kegiatan patroli personel Satgas Rajawali VI Koops TNI Habema untuk menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah sekaligus mengantisipasi potensi ancaman terhadap masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya
.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa aparat telah berupaya mengedepankan pendekatan persuasif sebelum terjadi kontak tembak. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kelompok bersenjata justru melepaskan tembakan ke arah pasukan.

“Sebelum peristiwa kontak tembak itu terjadi, pasukan telah berupaya melakukan tindakan persuasif untuk mengajak mereka meletakkan senjata. Namun ajakan kami ini justru dijawab dengan tembakan yang membabi buta ke arah pasukan kita,” kata Lucky.

Lucky menambahkan, berdasarkan hasil identifikasi aparat, kedua korban merupakan anggota aktif kelompok bersenjata OPM. Ia juga menyebutkan bahwa aktivitas keduanya, termasuk ketika menyiapkan senjata dan menyerang pasukan, terekam melalui kamera pengintai atau drone. Bukti tersebut digunakan untuk memperjelas kronologi kejadian dan keterlibatan kedua korban dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menjelaskan bahwa kontak tembak bermula ketika personel melakukan pemeriksaan wilayah berdasarkan informasi keberadaan kelompok bersenjata.

“Setelah situasi terkendali, tim menemukan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata meninggal dunia di lokasi kejadian. Sejumlah anggota lainnya dilaporkan meninggalkan lokasi. Identitas kedua korban masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Riyanto.

Penanganan situasi keamanan di Nduga menjadi pengingat pentingnya perlindungan warga sipil dalam setiap pelaksanaan tugas aparat. Selain penegakan hukum yang profesional, pendekatan persuasif dan penyampaian informasi yang akurat diperlukan untuk mencegah disinformasi serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat Papua. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *